Pengertian Reshuffle - Maksud Reshuffle Kabinet - Pergantian Menteri

Beberapa hari terakhir ini marak diberitakan mengenai isu reshuffle kabinet, banyak terjadi kesimpang siuran dan kabar akan adanya pergantian posisi beberapa menteri. Ada yang peduli, banyak yang apatis, soalnya yang terjadi terlalu banyak kepentingan politik daripada kepentingan yang lain. Meskipun alasannya tetaplah perbaikan kinerja kementerian.

Bagi orang awam, terkadang masih bingung dengan istilah reshuffle, lalu, apa sih sebenarnya pengertian dari reshuffle kabinet itu?. Banyak orang sering menyebut Reshuffle, dalam bahasa inggris disebut cabinet reshuffle, dalam bahasa indonesia disebut perombakan kabinet. Maksud dari Reshuffle (reshuffle kabinet) adalah pergantian atau perombakan kabinet, yaitu perombakan atau pergantian posisi seorang menteri oleh kepala pemerintahan dalam susuanan kabinetnya. 

Pergantian disini bisa pertukaran posisi menteri dari posisi satu ke posisi yang lain, maupun mengganti posisi menteri dengan orang yang baru. Pergantian menteri bisa didasari oleh banyak sebab, diantaranya karena kinerja yang dirasa kurang, adanya kekosongan posisi karena ditinggalkan, alasan politis, atau bisa karena faktor lainnya.
Pengertian Reshuffle - Maksud Reshuffle Kabinet - Pergantian Menteri

Untuk urusan reshuffle sendiri di Indonesia sudah sering terjadi, beberapa bulan yang lalu pun sudah terjadi pergantian posisi menteri. Tidak mengherankan bila saat ini banyak desakan agar presiden melakukan reshuffle terhadap kabinetnya, terutama mengganti menteri-menteri yang memiliki kinerja kurang bagus.

Contohnya adalah dalam reshuffle yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo terhadap enam menteri di kabinetnya pada bulan Agustus 2015. Sofjan Djalil (Menko Perekonomian) digantikan oleh Darmin Nasution, Indroyono Susilo (Menko Kemaritiman) diganti Rizal Ramli, Tedjo Edhy Purdijatno (Menko Politik, Hukum, dan Keamanan) digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan, Rachmat Gobel (Menteri Perdagangan) diganti Thomas Lembong, Andrinof Chaniago (Kepala Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional) digantikan oleh Sofjan Djalil, serta Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto digantikan oleh Pramono Anung.


Meskipun sering terjadi pro dan kontra saat terjadi pergantian posisi menteri, namun ada kalanya hal ini perlu bila dirasa kinerja seorang menteri tidak sesuai dengan harapan. Rakyat selalu berharap kinerja pembantu presiden ini selalu baik dan mampu memberikan peningkatan layanan dan kesejahteraan bagi rakyat.

Kalau memang nantinya terjadi reshuffle kabinet Jokowi-JK untuk yang kedua kalinya, harapannya hal tersebut murni perbaikan, bukan karena dorongan dari partai atau pihak yang ingin mengambil keuntungan semata. Rakyat Indonesia menginginkan perbaikan dalam segala bidang, dan tanpa adanya orang-orang yang berkompeten dan mampu mengatasi permasalahan niscaya kesejahteraan rakyat akan terwujud. Kita nantikan saja apakah nanti akan ada perombakan kabinet lagi.

Advertisement

Post a Comment