Pengaruh Kondisi Politik di Indonesia Yang Tidak Menentu

Sudah bukan rahasia lagi kalau kondisi politik di Indonesia sedang dalam keadaan tidak menentu. Hal ini sudah lama terjadi, tapi rasa-rasanya baru awal pemilu presiden sampai sekarang banyak sekali terjadi kekacauan di perpolitikan di Indonesia. Wajar memang, mengingat pada saat pemilu presiden kemarin ada dua kekuatan politik besar yang tergabung dalam dua kubu koalisi dan mendukung pasangan calon presiden masing-masing.
Saat pemilu presiden 2014, ada dua pasang calon presiden yang maju, yaitu: Prabowo Subianto berpasangan dengan Hatta Rajasa, dan Joko Widodo berpasangan dengan Jusuf Kalla. Koalisi yang mendukung kedua pasang calon presiden dan wakil presiden ini tidak kalah besar, yakni Koalisi Merah Putih (KMP) yang mengusung pasangan Prabowo - Hatta, dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mendukung pasangan Jokowi-JK.

Keriuhan dan banyaknya persoalan pada saat kampanye, pemilihan, dan pada saat pengumuman hasil pemilu pun berlanjut hingga sekarang. Tak perlu saya sampaikan disini mengenai apa saja yang terjadi ketika pemilu dulu, karena memang saking ramainya hal tersebut menjadi sumber berita yang muncul tiap hari di media cetak dan elektronik. Intinya bahwa ada dua kubu yang berseberangan sampai sekarang (sepertinya).

Partai politik pun menjadi kacau, entah apa yang sebenarnya terjadi, tapi nyatanya ada dua partai politik yang harus pecah dalam dua kepengurusan yang meng-klaim paling diakui. Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah kedua partai tersebut. Hingga sekarang masih saling gugat dipengadilan, meskipun untuk partai Golkar sudah menunjukkan tanda-tanda akan terjadi islah.

Saya tidak ingin membahas lebih jauh mengenai permasalahan partai-partai tersebut, itu diluar pengetahuan saya. Namun yang jelas, kondisi politik yang tidak menentu, gonjang-ganjing didunia politik tentu saja membawa imbas dalam banyak hal di kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengaruhnya cukup besar dalam banyak bidang, baik itu keuangan, ekonomi, sosial, dan mungkin saja keamanan.

Tentu saja kita berharap agar kondisi politik aman, harga-harga tidak naik, ekonomi membaik, dan rakyat bisa hidup tenang. Siapapun pemimpimpinnya, yang rakyat butuhkan adalah kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik. Tentu tak lupa harapan untuk mendapatkan hak rakyat yang sudah ditetapkan dalam undang-undang. 

Advertisement

Post a Comment