Thursday, April 4, 2013

Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia I (1945 s/d 1965)

Mukadimah: Membaca kembali sebuah tulisan usang dari koran Kompas terbitan 16 Agustus 2010, membuat saya kepikiran untuk menuliskan kembali perjalanan sejarah tersebut dalam postingan blog ini. Sengaja saya tuliskan kembali disini dengan maksud untuk pengingat saya pribadi khususnya, dan mungkin saja Anda yang ingin tahu atau mengulang kembali catatan sejarah Bangsa Indonesia. Kalau masih didalam bentuk koran takutnya nanti akan hilang atau terlupa, tapi kalau saya tulis disini, saya berharap bisa memudahkan saya atau siapa pun dalam mencari catatan sejarah yang penting ini.

Untuk mempermudah, nantinya akan saya tuliskan dalam tiga bagian, yaitu pada tulisan pertama ini akan memuat catatan sejarah Bangsa Indonesia antara tahun 1945 s/d 1965, kemudian pada bagian kedua antara tahun 1966 s/d 1996, dan pada bagian ketiga akan saya tuliskan catatan sejarah Bangsa Indonesia antara tahun 1997 s/d 2010.

Berikut ini adalah tulisan pada Koran Kompas terbitan Senin, 16 Agustus 2010, halaman 48-49, Bagian I (1945 s/d 1965):
Perjalanan Sejarah (gbr2: google.co.id)
*******

65 Tahun Merajut Nusantara
1945-2010
(Bagian I)

Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Mohammad Hatta menjadi tonggak dimulainya proses kebangsaan Indonesia. Keseimbangan antara kepentingan masyarakat (society) dan kekuasaan negara ("state") masih terus diupayakan hingga kini. Berbagai peristiwa telah mewarnai perjalanan selama 65 tahun terakhir.

1945
17 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.
18 Agustus: Penetapan Undang-Undang Dasar dan pemilihan presiden serta wakil presiden.
2 September: Pembentukan kabinet RI pertama.
5 Oktober: Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dibentuk.

1946
4 Januari: Ibu Kota RI dialihkan ke Yogyakarta.
23 Maret: Pejuang di Bandung menyerang tentara sekutu dan membumihanguskan Kota Bandung bagian selatan (Bandng Lautan Api).
1 Oktober: Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) ditetapkan sebagai alat tukar. Satu ORI senilai lima gram emas murni.
15 November: Perundingan Linggar Jati RI-Belanda: Cikal bakal negara federasi.

1947
5 Mei: Jenderal Soedirman menjadi pemimpin pemimpin pertama TNI.
21 Juli: Agresi Militer Belanda I.

1948
9 September: Pekan Olahraga Nasional pertama di Solo.

1949
26 Januari: Penerbangan sipil pertama Indonesia Airways, dengan pesawat Dakota C-47 sumbangan rakyat Aceh.
27 Desember: Bentuk negara berubah menjadi Republik Indonesia Serikat.
28 Desember: Ibu Kota RI kembali ke Jakarta.

1950
19 Maret: Krisis moneter, pemotongan nilai rupiah ("sanering"). Uang kertas Rp 5 ke atas dinyatakan bernilai separuh.
17 Agustus: Kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.
27 September: Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa Bangsa.

1951
17 Agustus: Pemberontakan DI/TII Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

1953
20 September: Maklumat Daud Beureuh: Aceh bagian dari Negara Islam Indonesia.

1955
18 April: Konferensi Asia Afrika di Bandung.
29 September: Pemilu pertama diikuti 172 peserta dari partai politik dan perorangan. Terplih 272 anggota DPR, anggota terbanyak dari parta Masyumi (60 orang).

1956
17 Agustus: Provinsi Irian Barat terbentuk.

1957
5 Januari: Kontingen Garuda I dikirim ke Mesir.
9 April: Terebentuknya Kabinet Djuanda ("zakenkabinet"): kabinet yang diisi para profesional untuk mengatasi krisis. Untuk pertama kali, TNI masuk jajaran kabinet.

1958
15 Juni: Indonesia pertama kali mengikuti kejuaraan dunia bulu tangkis Thomas Cup dan berhasil menjadi juara.

1959
5 Juli: Dekrit Presiden yang memerintahkan kembali ke UUD 1945.

1960
5 Maret: DPR hasil Pemilu 1955 dibubarkan Presiden karena persoalan anggaran negara.
17 Agustus: Pemutusan hubungan Diplomatik dengan Belanda.

1961
19 Desember: Soekarno meneluarkan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk membebaskan Irian Barat dari koloni Belanda.

1962
24 Agustus: Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV.

1963
1 Mei: Penyerahan kekuasaan Irian Barat dari PBB kepada Indonesia.
17 September: Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

1964
3 Mei: Soekarno memberi komando pengganyangan Malaysia (Dwikora).
27 Agustus: Kabinet Dwikora: Kabinet "100" menteri dilantik.

1965
7 Januari: Indonesia keluar dari keanggotaan PBB.
1 Oktober: Kudeta oleh sekelompok perwira muda Angkatan Darat, menewaskan 6 perwira tinggi dan seorang perwira. Pemerintah Orde Baru menuduh PKI di belakang aksi ini.
16 Oktober: PKI dan organisasi dibawahnya dibekukan.
13 Desember: Krisis moneter melanda kembali Rupiah dipotong ("sanering") dari Rp. 1.000; menjadi Rp. 1;.


Bagian II & Bagian III dapat dilihat pada tulisan berikut:

0 komentar:

Post a Comment