Yuk, Kita Kepoin Berita Ekonomi dan Bisnis Terbaru 2021

Advertisement

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa informasi dan berita merupakan hal yang penting dalam menunjang kehidupan umat manusia. Melalui informasi tersebut, tentu saja bisa menambah wawasan kita. 

Ilustrasi. Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay.com

Nah, pada kesempatan kali ini juga akan membahas salah satu berita ekonomi dan bisnis terkini 2021. Tanpa banyak panjang lebar lagi, mending kita simak saja langsung pembahasannya di bawah ini. 

IMG-GT Menjalin Kerja Sama Untuk Menangani Krisis Akibat Dampak Pandemi

Airlangga Harianto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yang berupaya dalam mendorong penguatan solidaritas serta kerja sama Sub-regional antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menanggulangi krisis ekonomi dan kesehatan akibat dampak pandemic covid-19. 

Dengan kata lain, kerja sama tersebut sedang berusaha untuk memulihkan kembali kondisi ekonomi, menghilangkan kesenjangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tiga Negara tadi. Hal itu pun telah ia sampaikan saat memimpin Delegasi Indonesia pada pertemuan tingkat menteri IMT-GT ke 27, yang berlangsung secara virtual dan dihadiri oleh beberapa tokoh-tokoh penting seperti :

  • Perdana Menteri Ekonomi Malaysia : YB Dato Sri Mustafa Bin Mohamed
  • Menteri Keuangan Thailand : Arkhom Termpittayapaisith
  • Wakil Presiden Asian Development Bank (ADB) : Ahmed M. Saeed
  • Sekertaris Jenderal Sekretariat ASEAN : Dato Lim Jock Hoi.

Lebih lanjut lagi, Airlangga mengungkapkan bahwa dirinya dan Menteri Malaysia – Thailand sudah sepakat dalam memastikan semua target pada kerja sama IMT-GT bisa tercapai, sehingga dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat. 

Bukan hanya itu saja, Airlangga juga sangat mendukung penerapan prinsip ekonomi biru, hijau, dan ekonomi sirkular yang dikemas dalam kerangka keja pemerintah untuk 5 tahun kedepannya. Melalui ekonomi sirkular, ia berharap agar Indonesia dapat menciptakan 4,4 juta lapangan pekerjaan baru dan menambah US$ 42,2 miliar dari PDB di tahun 2030 mendatang. 

Masih belum habis, Airlangga juga menambahkan meski sekarang berada di tengah gelombang kedua pandemi, Indonesia bersama Malaysia dan Thailand akan berupaya untuk merampungkan program dalam cetak biru implementasi IMT-GT 2017-2021, serta menyusun program keja sama pada tahun berikutnya dalam cetak biru implementasi IMT-GT 2022-2066. 

Bahkan, Airlangga menilai perlu dilakukan penentuan program prioritas, terlebih bagi yang mempunyai dampak signifikan. Adapun mengenai langkah-langkahnya yang akan dilakukan seperti berikut :

  1. Mendorong pengembangan serta penyelesaian proyek konektivitas, dan juga menyelaraskan dengan koridor ekonomi dalam meningkatkan keunggulan komparatif.
  2. Kerja sama IMT-GT harus lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Terdapat dua sektor prioritas yang berpotensi besar untuk dikembangkan, yakni berupa pertanian dan pariwisata. Tak hanya itu, mereka juga akan diperkuat oleh pengembangan komoditas yang berdampak luas bagi masyarakat, contohnya seperti kelapa sawit dan karet. 
  3. Terus melakukan eksplorasi terhadap potensi ekonomu produk dan layanan halal, serta memprioritaskan pengembangannya dalam membuka peluang agar bisa menembus pasar global. 
  4. Memperkuat peran semua elemen dalam kerja sama IMT-GT. Disamping penguatan peran pemerintah daerah dan dunia usaha, peran strategis akademis sebagai thinktank dalam wadah UNINET juga akan terus ditingkatkan. 
  5. Sinegritas program kerja IMT-GT dengan inisiatif ASEAN, berupa ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) yang bertujuan untuk memulihkan ekonomi. Adapun AseAN Catalytic Green Finance Facility (ACGF), yang bertugas untuk pembiayaan lingkungan agar tercapai target pengrangan emisi di kawasan IMT-GT. 


Advertisement

Post a Comment