PT RAPP Terbukti Menyerap Emisi Karbon

Advertisement
Keseriusan APRIL Group melalui unit bisnisnya, PT Riau Andalan Pulp & Paper (PT RAPP) dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali terbukti. Mereka berhasil menyerap emisi karbon yang berdampak terhadap pengurangan pemanasan global.

APRIL merupakan produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia. Mereka mampu memproduksi pulp sebanyak 2,8 juta ton per tahun. Sementara itu, untuk kertas, APRIL bisa menghasilkan 850 ribu ton dalam kurun waktu sama.
Image Source: APRIL
Untuk mendapatkan bahan baku, APRIL melalui unit bisnisnya, PT Riau Andalan Pulp & Paper mengelola perkebunan sendiri. Total ada 76.000 hektare lahan perkebunan yang dikelola bersama dengan 40 mitra pemasok jangka panjang. Langkah itu berhasil mencukupi sekitar 79 persen kebutuhan fibernya.

Seperti halnya perusahaan lain, ada emisi karbon yang dilepaskan ketika RAPP Riau memproduksi pulp dan kertas. Jejak karbon memang ada sejak proses pembibitan dan penanaman pohon sebagai bahan baku hingga pengolahannya di pabrik.

Akan tetapi, PT RAPP sangat memperhatikan kelestarian lingkungan. Dengan beragam cara, mereka menekan pelepasan emisi karbon. Oleh sebab itu, RAPP mendukung penuh langkah Pemerintah Indonesia yang berkomitmen mengurangi emisi karbon.

Keseriusan Pemerintah Indonesia dalam hal tersebut ditegaskan dalam Conference of the Parties 21 di Paris, Prancis, pada akhir 2015 lalu. Kala itu Presiden Joko Widodo menyatakan, sebagai salah satu negara dengan hutan terluas di dunia, Indonesia ingin memerangi perubahan iklim.

Secara khusus, pria yang akrab dipanggil Jokowi tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk pengurangan emisi karbon. Ia menjanjikan akan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030 dalam skema bisnis yang normal. Jumlah itu akan meningkat menjadi 41% apabila menerima dukungan dana internasional dalam pelaksanaan.

Sebagai perusahaan yang peduli lingkungan, PT RAPP telah lebih dulu melaksanakan pengurangan emisi gas rumah kaca. Hal tergambar dari temuan sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Swedia, Swedish Enviromental Research Institute (IVL) pada 2013.

IVL menyatakan RAPP Riau telah meraih prestasi tersendiri. Mereka ternyata mampu menyerap karbon lebih besar dibanding emisi yang dihasilkan.

Menurut kalkulasi IVL, PT RAPP mengemisi sebesar 850 kg setara karbon untuk setiap ton pulp yang dihasilkan. Sedangkan ketika memproduksi setiap ton kertas, mereka menghasilkan 1.070 kg setara karbon.

Namun, dengan adanya penanaman pohon kembali sebagai bahan baku kertas, jumlah itu jauh lebih rendah dibanding karbon yang diserap oleh PT Riau Andalan Pulp & Paper. IVL menyebut penyerapan emisi untuk setiap ton pulp dan kertas dari RAPP mencapai 5.700 (kg) setara karbon.

Director of Sustainable Organization, Product and Processes IVL, Elin Erikson, menyebut bahwa fakta ini merupakan hal positif. RAPP bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain. Lagi pula keberlanjutan sekarang sudah menjadi keharusan jika ingin pasar menerima sebuah produk.

"Ke depan akan lebih banyak lagi konsumen yang menuntut informasi jejak karbon ini, termasuk konsumen pulp dan kertas," kata Elin seperti dilaporkan oleh Berita Satu.

Dalam melakukan penelitian, IVL menggunakan metodologi dan panduan yang diterbitkan oleh Konfederasi Industri Kertas Eropa, CEPI. Konfederasi ini beranggotakan 800 perusahaan pulp dan kertas dengan 1.200 pabrik dari 18 negara. Jumlah itu mewakili 27% dari total produk dunia. Akibatnya validitasnya bisa dipertanggung jawabkan.

Meski telah sukses, RAPP Riau disarankan untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengurangan emisi karbon. IVL memberi saran pemanfaatan energi ramah lingkungan agar efek gas rumah kaca semakin ditekan.

"Emisi karbon yang dihasilkan bisa ditekan jika RAPP beralih menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan,” kata Elin.

LANGKAH PENGURANGAN JEJAK KARBON

Image Source: APRIL
Sebagai bagian dari grup Royal Golden Eagle, APRIL dan PT RAPP yang menjadi unit bisnisnya menjalankan filosofi bisnis 5C. Di dalam prinsip kerja 5C tertuang kewajiban untuk ikut aktif menjaga keseimbangan iklim.

Pengurangan jejak emisi karbon merupakan salah satu perwujudan nyata upaya menjaga keseimbangan iklin. Dengan meminimalkan pelepasan karbon ke udara, pemanasan global yang tengah terjadi dapat dikurangi. Ini diharapkan akan membuat kelestarian lingkungan terjaga.

Dalam pelaksanaan, PT Riau Andalan Pulp & Paper memiliki tiga langkah utama dalam pengurangan jejak karbon. Semuanya dilakukan secara berkesinambungan.

Pertama adalah melakukan upaya meningkatkan efisiensi bahan baku dan energi di seluruh rantai pasokan. Hal itu dibarengi dengan langkah untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan.

PT RAPP mempraktikannya dengan beragam cara. Dalam efisiensi bahan dan energi, RAPP mengambil solusi jitu. Mereka berhasil memanfaatkan lindi hitam yang merupakan limbah hasil produksi pulp dan kertas menjadi sumber energi baru. Lewat pemanfaatan ketel uap pemulihan, mereka mampu menghasilkan biogas.

Manfaat biogas sangat besar. RAPP Riau sanggup menjadikannya sebagai sumber energi pembangkit listrik dengan kapasitas 390 MW per tahun. Jumlah ini cukup untuk menjalankan proses produksi. Bahkan, RAPP masih bisa menyalurkan sisa kelebihan listrik sekitar 10 MW untuk masyarakat di sekitarnya.

Berkat biogas pula penggunaan energi fosil yang kurang ramah lingkungan berhasil ditekan. Kini, biogas yang lebih aman untuk alam dan bisa diperbarui mendominasi RAPP. Jumlahnya mencapai 85 persen dari total energi yang dipakai.

Meski begitu, PT Riau Andalan Pulp & Paper masih belum puas. Mereka bertekad untuk menghapus penggunaan energi fosil dari perusahaannya sama sekali pada masa mendatang.

Langkah kedua yang diambil PT RAPP dalam pengurangan emisi karbon adalah meningkatkan penyerapan karbon melalui kegiatan konservasi dan restorasi ekosistem. Mereka juga akan terus menjaga praktik pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) secara berkelanjutan.

Terkait perlindungan hutan, sejak tahun 2005, APRIL telah berkomitmen pada konservasi hutan yang bernilai tinggi terhadap lingkungan dalam area-area konsesinya. Mereka telah melaksanakan 37 kajian High Conservation Value (HCV) dengan menggunakan HCV Indonesia Toolkit. Sebagai hasilnya, saat ini APRIL melalui PT RAPP dan mitra pemasok jangka panjang melindungi 270.794 hektare lahan.

Sementara itu, terkait restorasi, induk PT RAPP, APRIL, telah melakukan proses pemulihan lahan gambut di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang, Riau. Sejauh ini sudah ada lahan seluas 150.000 ribu hektare yang dipulihkan.

Sedangkan HTI yang dikelola oleh PT Riau Andalan Pulp & Paper, unit operasional APRIL, bersama mitra pemasok jangka panjang mencapai 927.390 hektare. Semuanya dikelola secara berkelanjutan sehingga APRIL bisa mendapatkan beragam sertifikasi keberlanjutan seperti Sustainable Plantation Forest Management, Sustainable Production Forest Management, dan Timber Legality Verification.

Adapun langkah ketiga dalam pengurangan emisi karbon adalah komitmen dari RAPP dalam pelaporan. Mereka akan menelusuri dan melaporkan perkembangan emisi karbon dalam pengurangan seluruh jejak karbonnya.

Untuk melakukannya, RAPP Riau menggunakan metode dan panduan yang disebut Framework for the Development of Carbon Footprints for Paper and Board Products yang diterbitkan oleh CEPI. Salah satu buahnya adalah hasil perhitungan IVL yang meneliti jejak karbon RAPP antara 2006 hingga 2009.

Dari sana terlihat jelas bahwa operasional PT Riau Andalan Pulp & Paper ramah lingkungan. Terdapat bukti konkret bahwa emisi karbon yang diserap oleh PT RAPP jauh lebih tinggi dibanding yang dihasilkannya.

Advertisement

Post a Comment