Jumlah Buta Aksara di Daerah Istimewa Yogyakarta

Jogja adalah nama yang lebih mudah diingat untuk menyebutkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi yang juga terkenal sebagai kota pelajar ini mempunyai adat budaya yang sangat kental, dan tentu saja sebutan sebagai kota pelajar cukup mampu menggambarkan betapa Jogjakarta merupakan wilayah yang mempunyai banyak tempat pendidikan yang berkualitas.
Jumlah Buta Aksara di Daerah Istimewa Yogjakarta
Buta Aksara / img: bappeda.jatimprov.go.id
Namun demikian, sebutan sebagai kota pendidikan tak lantas membuat Jogja terbebas dari buta aksara, karena berdasarkan data yang saya baca di Jawa Pos Radar Joga edisi 16 Oktober 2014, angka buta aksara di Jogjakarta pada tahun 2014 ini jumlahnya mencapai 47.776 orang. Bila dibandingkan dengan tahun 2010, angka buta huruf di Joga turun dari yang awalnya 66.076 pada tahun 2010 menjadi 47.776 orang pada tahun 2014.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov DIJ telah menerjunkan tim untuk melakukan pendataan ulang warga yang masih mengalami buta aksara. Setelah data terkumpul maka bagi warga yang masih mengalami buta aksara akan diikutkan dalam program PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang berada di desa/kelurahan setempat. Dengan langkah tersebut, Pemprov DIJ optimis jumlah angka buta aksara akan turun pada 2017, tersisa 5% dari angka 47.776 orang.

Pemberantasan buta aksara sangatlah penting, mengingat mereka yang masih mengalami buta aksara akan kesulitan dalam mengakses informasi yang terkait dengan pribadinya, dan secara tidak langsung juga dapat menghambat kesejahteraan mereka. Semoga buta aksara di Jogjakarta khususnya dan di Indonesia pada umumnya dapat teratasi dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Advertisement

Post a Comment