Manfaat Dan Cara Memijat Bayi Baru Lahir

Memiliki anak yang masih bayi tentu saja memerlukan perlakuan khusus agar bisa memberikan hal positif berkaitan dengan tingkat perkembangan mereka. Salah satu cara untuk membantu mempererat ikatan antara ibu dan bayi serta untuk mendorong perkembangan anak adalah dengan cara memijatnya. Ya, karena salah satu faktor penting untuk mendorong pertumbuhan, komunikasi, serta proses belajar dari si buah hati adalah dengan sentuhan yang penuh kasih sayang.

Memijat bayi selain bisa membantu mempererat ikatan ibu dan bayi juga memiliki banyak manfaat lain, seperti mengurangi frekuensi menangis bayi karena pijatan bisa membuatnya tenang, melancarkan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan, membuat tenang dan rileks, meredakan sesak napas dan rasa tak nyaman saat tumbuh gigi, menumbuhkan kepercayaan diri dalam memegang bayi, meningkatkan sirkulasi darah, dan masih banyak manfaat lainnya.
Manfaat Dan Cara Memijat Bayi Baru Lahir
Untuk memijat si kecil tentu butuh kelengkapan khusus, seperti minyak beraroma lembut dan gampang terserap kulit serta terbuat dari bahan alami. Selain itu perlu waktu yang tepat untuk memijat bayi, yaitu saat dia sedang dalam keadaan yang tenang dan terjaga, dalam kondisi puas dan tidak lapar. Agar lebih nyaman, ibu juga harus dalam kondisi yang tenang dan santai, sehingga tidak terganggu hal-hal yang lain. Untuk menjaga agar kulit bayi tidak terluka, maka pastikan kuku tidak panjang, dan tidak mempergunakan perhiasan di jari. Perhatikan suhu ruangan cukup hangat bagi bayi.

Perlu diketahui juga mengenai posisi yang benar dalam membelai bayi untuk diurut. Dari Buku Pintar Perempuan karya Edi Sigar & Ernawati, poisi yang benar adalah:
  • Untuk bagian kepala, gunakan ibu jari untuk mengurut dahinya dari pertengahan kearah pelipis. Lalu, urut dahinya kebagian belakang kepala dengan menggunakan telapak tangan.
  • Untuk mengurut dada, pergunakan kedua tangan, dari bagian tengah kearah luar, kebagian samping tubuh.
  • Untuk lengan, mulailah mengurut dari bahu melingkar kebagian depan dan arah jurusan bayi. Boleh Anda teruskan dengan urutan melingkar lengan dan menuju ke ujung jari. Usahakan untuk mengakhiri setiap urutan dengan melepaskan tangan dari tubuhnya.

Namun perlu diingat bahwa ada teknik tertentu dalam memijat bayi, cara memijat bayi baru lahir berbeda dengan memijat bayi usia 6 minggu keatas atau bahkan bayi usia 6 bulan keatas. Jadi perlu mempelajari teknik masing-masing tahapan usia bayi agar tidak terjadi kesalahan. Sudah banyak referensi mengenai cara memijat bayi baru lahir, atau agar tidak salah langkah bisa menanyakan terlebih dahulu kepada ahlinya sebelum memulai memijit sendiri si buah hati.

Orang tua bila ingin memijat anaknya sendiri perlu banyak belajar, karena bila pemijatan dilakukan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan medis bisa mengurangi resiko pemijatan dan memberikan efek positif. Demikian juga sebaliknya, bila pijat dilakukan dengan cara yang keliru maka bisa menimbulkan dampak negative bagi bayi. Efek pijatan yang salah pada bayi misalnya saja terjadinya pembengkakan, lebam dan rasa sakit pada bayi yang membuatnya menjadi rewel. Bahkan, dampak buruk yang lebih fatal adalah terjadinya pergeseran urat, bahkan bisa juga mengakibatkan kematian.

Tidak ada maksud untuk menakut-nakuti, apa yang disampaikan diatas adalah realita. Ibu perlu belajar teknik dan cara pijat yang baik dan benar, butuh kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan dampak kurang baik pada bayi. Bagaimanapun juga mengingat pentingnya memijat bayi untuk si kecil dan juga ibu, maka sebuah kewajiban seorang ibu untuk mencurahkan kasih sayangnya dengan bermacam cara, salah satunya dengan cara memijat bayinya.

Advertisement

Post a Comment