Pilgub DKI 2017, Ahok Yakin Bakal Dapat Banyak Dukungan

Jakarta merupakan ibu kota negara yang tak pernah sepi dari berita, mulai dari berita kriminal, politik, ekonomi, banjir, dan masih banyak sumber berita lainnya. Maklum saja, Jakarta merupakan magnet yang begitu menarik, tak hanya bagi penduduk luar wilayah yang ingin mengadu nasib disana, tapi juga bagi para actor politik yang ingin menunjukkan kepantasan mereka untuk menduduki posisi penting di Ibu Kota.

Yang menjadi topic hangat akhir-akhir ini adalah bursa calon gubernur untuk Pemilu tahun 2017, dimana Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, sudah mulai mendapatkan calon penantang yang berasal dari bermacam latar belakang. Meski wacananya akan maju lewat jalur independen, tapi Partai Nasdem sudah terang-terangan mendukung Ahok.

Bahakan, dalam berita hari ini (23/2/2016), Ahok merasa percaya diri kalau dia bakal dapat dukungan juga dari PDI Perjuangan. Hal ini disampaikan Ahok sendiri, katanya Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri sudah menyampaikan langsung kepadanya. Tapi, misalnya benar PDI-P akan mendukungnya, Ahok tak serta merta menerima, semua akan dikembalikan lagi kepada pendukungnya di komunitas Teman Ahok. Hal ini wajar, mengingat sedari awal komunitas ini sudah gencar mengumpulkan dukungan agar Ahok dapat maju lewat jalur independen.
Geliat politik menjelang Pilkada DKI 2017 sudah sangat terasa akhir-akhir ini, banyak calon yang memunculkan diri atau dimunculkan oleh Parpol lewat jalur penjaringan bakal calon. Partai Gerindra misalnya, Parpol ini sudah mulai melakukan penjaringan beberapa nama yang dianggap mampu menjadi penantang Ahok. Pun demikian dengan PKB, partai ini memunculkan Ahmad Dhani sebagai bakal calon gubenur.

Selain Ahok dan Ahmad Dhani, nama-nama tenar lain juga sudah mulai bermunculan, sebut saja isu bakal di usungnya Tri Rismaharini (Risma) yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Ridwan Kamil pun di kabarkan bakal meramaikan Pilkada DKI nanti, meskipun sekarang masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Adhyaksa Daut, Haji Lulung, Eko Patrio, Hidayat Nurwahid, Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, dan masih banyak nama-nama lain yang terus bermunculan. Sah-sah saja memang, karena dinamika politik sangat sulit ditebak. Bagaimanapun juga posisi gubernur DKI Jakarta sangatlah strategis, dengan permasalahan yang kompleks, Jakarta tetaplah barometer dan magnet yang sangat menggiurkan untuk menapaki jenjang politik.

Ahok saat ini memang sudah di atas angin, selain banyaknya dukungan dari jalur independen, partai-partai pun tak segan untuk terang-terangan mendukungnya. Misalkan saja Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) benar jadi mendukung Ahok seperti tulisan pada berita hari ini, maka posisi Ahok secara politik sudah sangat kuat. Tinggal bagaimana sekarang menentukan pilihan, harapannya memang tidak ada “jebakan” politik yang akan menjadikan Pilkada DKI hanya sebagai ajang cari posisi saja.

Siapapun nantinya yang akan maju bersaing di Pilkada DKI 2017, keluarannya adalah terpilihnya pemimpin yang benar-benar memihak pada rakyat, pemimpin yang mementingkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan. Rakyat sudah banyak yang mengalami trauma politik, sehingga Pemilu tak lagi dianggap sesuatu yang “sakral”, tak sedikit yang memilih apatis dan golput saat penyelenggaraan pemilu.

Mau Ahok, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Tri Rismaharini, atau siapapun nantinya yang bersaing dan menjadi gubernur DKI Jakarta, rakyat hanya ingin proses demokrasi yang bersih dan terbebas dari kepentingan politik, kepentingan pribadi mapun golongan. Keceradasan berfikir diperlukan untuk mewujudkan proses demokrasi yang baik dan melahirkan seorang pemimpin yang amanah dan benar-benar mampu menepati sumpah jabatan yang diucapkan saat dilantik.

Advertisement

Post a Comment