Rencana Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

Bicara bahan bakar minyak atau yang biasa disebut dengan BBM tentu saja tak akan ada habisnya, seru dan kadang membingungkan. Beberapa waktu yang dibeberapa daerah sudah diberlakukan jam khusus pengisian BBM dan kenaikan harga untuk jenis BBM tertentu. Bahkan, dibeberapa wilayah sempat mengalami kepanikan sehingga antrean di SPBU sangat panjang. Bagaimana rakyat tidak resah?, kalau sampai BBM habis atau dinaikkan harganya, tentu rakyat kecil yang sangat merasakan dampaknya.

Dari banyak sumber berita, kenaikan harga BBM tinggal menunggu waktu saja. Mungkin nanti setelah pasangan presiden dan wakil presiden yang baru, Joko Widodo-Jusuf Kalla, dilantik. Tentu saja hal ini membuat resah banyak orang, terutama rakyat kecil, karena kenaikan BBM secara otomatis akan berpengaruh terhadap kebutuhan lainnya. Belum lagi bila kenaikan harga BBM jauh dari harga yang ada sekarang, tentu saja harga kebutuhan akan naik lebih tinggi lagi.
Rencana Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
Antri BBM di SPBU/ www.tribunnews.com
Sebagai rakyat kecil, tentu saja berharap ada solusi lain selain naiknya harga BBM, toh ada beberapa alternatif selain menaikkan harga. Sebenarnya pokok permasalahan seandainya harga BBM naik bukan pada harga BBM-nya, tapi lebih kepada dampak yang ditimbulkan akibat kenaikan harga BBM tersebut. Saat ini saja masih banyak rakyat kecil yang merasa terjepit secara ekonomi, apalagi kalau nanti harga BBM benar-benar naik. Sebenarnya saya juga keberatan, apalagi tanpa kenaikan harga BBM saja sudah banyak rakyat yang kesusahan, apalagi kalau nanti sampai BBM benar-benar naik.

Meski ada wacana pemberian subsidi buat warga miskin nantinya, tetap saja itu tidak bisa mengatasi dampak buruknya. Entahlah, rakyat hanya pelaku kebijkan, meski terkadang kebijakan yang dibuat pemerintah itu tidak berfihak pada rakyat. Rasanya sulit bila memang politik lebih dominan berperan dalam sebuah kebijkan, seperti apa yang banyak di prasangkakan banyak orang.

Bagi pemerintah mungkin ini keputusan yang dilematis, namun alangkah bijaknya kalau misalnya tetap memikirkan dampak bagi masyarakat kecil. Lebih baik memberantas korupsi dan mengembalikan atau mengambli kembali uang hasil korupsi untuk mengatasi permasalahan BBM daripada harus menaikkan harga BBM. Karena saya yakin, yang utama bakal kena imbas adalah rakyat menengah kebawah. Semoga kebijakan yang dibuat pemerintah benar-benar bijak.

Advertisement

Post a Comment